Manajemen & Strategi Travel

13 Daftar Asosiasi Travel Umroh Indonesia Resmi: Syarat Masuk & Biaya Iuran PPIU

asosiasi travel umroh indonesia resmi kemenhaj

Asosiasi travel umroh indonesia adalah organisasi resmi yang menaungi perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam pembinaan regulasi, advokasi kebijakan, dan standarisasi layanan jemaah. Melalui asosiasi penyelenggara haji dan umrah seperti HIMPUH, AMPHURI, dan SAPUHI, biro perjalanan memperoleh rekomendasi perizinan resmi serta kemitraan strategis bersama Kementerian Haji dan Umrah.

banner kemitraan umroh kit

Bagi direksi Biro Perjalanan Wisata (BPW) maupun pengelola biro umrah berizin di berbagai provinsi, bergabung ke dalam wadah organisasi resmi bukan sekadar pemenuhan syarat administratif. Keanggotaan aktif membuka akses menuju konsorsium tiket maskapai penerbangan, jaringan penyedia layanan darat di Arab Saudi, hingga perlindungan hukum saat menghadapi dinamika perubahan regulasi lintas negara.

Transformasi Regulasi Kemenhaj dan Peran Asosiasi Travel Haji dan Umrah

peran asosiasi travel haji dan umrah dalam regulasi kemenhaj

Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus di tanah air telah mengalami restrukturisasi kelembagaan yang sangat signifikan. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai peran asosiasi travel haji dan umrah menjadi kebutuhan krusial bagi pimpinan biro perjalanan agar operasional perusahaan tetap patuh terhadap kerangka hukum negara:

  • Transisi Kewenangan Menuju Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj): Pemerintah awalnya menerbitkan dokumen hukum Perpres Nomor 154 Tahun 2024 di JDIH BPK RI pada 5 November 2024 untuk membentuk Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Namun, regulasi tersebut resmi dicabut dan ditingkatkan statusnya melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 92 Tahun 2025 sejak tanggal 8 September 2025 yang melahirkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
  • Peralihan Otoritas Pengawasan PPIU dan PIHK: Sejak berlakunya Perpres Nomor 92 Tahun 2025, seluruh fungsi perumusan kebijakan, penerbitan izin operasional, hingga pengawasan penyelenggara yang sebelumnya berada di bawah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (DJPHU) Kementerian Agama resmi berpindah ke tangan tugas dan fungsi Kementerian Haji dan Umrah RI.
  • Pendampingan Kepatuhan PMHU Nomor 2 Tahun 2026: Organisasi asosiasi hadir menyosialisasikan Peraturan Menteri Haji dan Umrah (PMHU) Nomor 2 Tahun 2026 serta menyelaraskan aturan turunan UU Nomor 8 Tahun 2019 dan PMA Nomor 5 Tahun 2021 terkait klasifikasi KBLI 79121 dan KBLI 79122.
  • Pengawalan Kebijakan Biaya Minimal Referensi Rp27 Juta: Menanggapi penetapan acuan biaya minimal referensi umrah sebesar Rp27.000.000 oleh pemerintah, asosiasi seperti HIMPUH menyampaikan tiga catatan kritis. Ketiga poin tersebut meliputi tuntutan transparansi rincian perhitungan harga, kejelasan parameter Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta ketegasan sanksi bagi biro yang melanggar batas harga bawah.

Daftar Asosiasi Haji dan Umroh Resmi di Indonesia (Tim 13 Asosiasi)

daftar asosiasi haji dan umroh resmi di indonesia tim 13 asosiasi

Banyak pelaku usaha biro perjalanan yang mengira bahwa organisasi naungan penyelenggara ibadah di tingkat nasional hanya terdiri dari tiga atau empat lembaga populer. Faktanya, daftar asosiasi haji dan umroh resmi di indonesia saat ini mencakup 13 organisasi aktif yang tergabung dalam koalisi strategis bernama Tim 13 Asosiasi Haji dan Umrah.

Secara kolektif, daftar asosiasi travel umroh di dalam koalisi ini menaungi sebanyak 3.421 perusahaan PPIU dan PIHK berizin resmi yang tersebar di berbagai koridor wilayah nasional. Berikut adalah pemetaan lengkap ke-13 organisasi resmi beserta fokus keunggulan dan sebaran jaringannya:

No Singkatan Asosiasi Kepanjangan Resmi Organisasi Fokus Keunggulan, Peran Ekosistem & Sebaran Jaringan
1 HIMPUH Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Berdiri melalui Akta Perubahan 29 Oktober 2009. Memiliki direktori digital anggota PPIU, PIHK, BPW, dan provider visa yang menjangkau DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Papua, serta aktif mengawal kebijakan SPM.
2 AMPHURI Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Memiliki struktur Dewan Penasehat, DPP, dan DPD kuat di Surabaya, Medan, hingga Makassar. Menerapkan 7 tahapan seleksi anggota ketat termasuk survei faktual kantor dan wawancara direksi.
3 SAPUHI Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia Berdiri pada 18 Mei 2018 (Akta Nomor 32) dan diresmikan 6 Juli 2018 di Jakarta. Mengelola unit bisnis Koperasi Sapuhi Mekar Sukses serta program inkubasi Sahabat SAPUHI bagi BPW pra-PPIU.
4 KESTHURI Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia Berfokus pada standarisasi mutu layanan jemaah, penguatan konsorsium penyelenggara resmi, dan advokasi kuota haji khusus di tingkat parlemen.
5 AMPUH Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji Memiliki sebaran DPD luas yang mencakup Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan (Banjarmasin, Martapura), dan Sumatera dengan skema iuran tahunan yang sangat efisien.
6 ASHURI Asosiasi Amanah Umroh dan Haji Republik Indonesia Aktif dalam sertifikasi SDM dan pendampingan PIHK; pada periode 2024–2029 menjalin kemitraan strategis dengan Mecca Construction (MCDC) untuk peningkatan fasilitas Armuzna.
7 ASPHURINDO Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia Berkedudukan di Jakarta Selatan (Muamalat Tower) dengan fokus menghubungkan penyelenggaraan ibadah umrah-haji dan pengembangan wisata muslim mancanegara.
8 ASPHIRASI Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan In-Bound Indonesia (Aspirasi) Anggota aktif koalisi nasional yang konsisten menyusun kajian kebijakan publik terkait tata kelola Kementerian Haji dan Umrah serta evaluasi operasional musim haji.
9 ASPHURI Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah, dan Wisata Islami Menitikberatkan kolaborasi antar-biro perjalanan religi di wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Bali dan NTB dalam pengembangan paket wisata halal internasional.
10 ATTMI Asosiasi Travel dan Tur Muslim Indonesia Membina tata kelola manajemen biro perjalanan dan tur muslim nasional sekaligus berpartisipasi aktif dalam perumusan regulasi industri bersama pemerintah.
11 BERSATHU Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah Didirikan pada tahun 2022 sebagai wadah kolaborasi pengusaha biro perjalanan wisata dan penyelenggara umrah-haji yang aktif mengawal revisi RUU PIHU.
12 GAPHURA Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara Menghimpun perusahaan penyelenggara ibadah umrah dan haji nusantara dalam advokasi perlindungan ekonomi keumatan serta kepatuhan hukum operasional.
13 MUTIARA HAJI Majelis Utama Travel Indonesia Arahan Haji dan Umrah Unggul dalam pengorganisasian konsorsium keberangkatan umrah akbar serta pembinaan penyelenggara resmi di berbagai kota besar Jawa dan luar Jawa.

Advokasi Ekonomi Umat Rp30 Triliun dan Kemitraan Konsorsium

kemitraan konsorsium asosiasi penyelenggara haji dan umrah

Eksistensi asosiasi haji dan umroh memegang peranan krusial dalam melindungi keberlangsungan ekosistem bisnis perjalanan ibadah di dalam negeri. Seiring masifnya deregulasi visa elektronik turis dan perluasan aplikasi Nusuk dalam kerangka Visi Saudi 2030, koalisi asosiasi menjalankan langkah proteksi strategis bagi anggotanya:

  • Penyerahan DIM RUU PIHU dan Penolakan Umrah Mandiri Tanpa Pengawasan: Tim 13 Asosiasi secara resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU) kepada DPR RI. Koalisi ini menolak pelegalan umrah mandiri tanpa pengawasan karena berisiko mematikan perputaran ekonomi keumatan senilai Rp30 triliun per tahun yang menghidupi ribuan usaha penjahit kain ihram, pabrik koper, katering, hingga transportasi lokal.
  • Perjuangan Kuota Haji Khusus Minimal 8 Persen: Dalam pembahasan revisi undang-undang bersama parlemen, asosiasi penyelenggara haji dan umrah mendesak penetapan batas kuota Haji Khusus minimal 8% dari total kuota haji nasional guna memberikan kepastian antrean keberangkatan bagi nasabah PIHK.
  • Fasilitasi Koperasi Internal dan Aliansi Syarikah Saudi: Organisasi naungan memfasilitasi skema konsorsium dan kerjasama travel umroh untuk pemesanan block seat maskapai, negosiasi muassasah atau syarikah Saudi, serta penyediaan provider visa melalui badan usaha seperti Koperasi Sapuhi Mekar Sukses milik portal resmi organisasi SAPUHI.
  • Dukungan Infrastruktur Operasional Lintas Provinsi: Melalui jaringan Dewan Pengurus Daerah (DPD), anggota biro perjalanan dari kawasan Bandung, Depok, Bogor, Cianjur, Tangerang, Semarang, Salatiga, Banyumas, Sidoarjo, Malang, Aceh, Padang, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Denpasar, NTT, hingga Maluku mendapatkan akses informasi kuota dan pelatihan SDM yang setara.

Syarat Menjadi Anggota AMPHURI dan HIMPUH Beserta Skema Pra-PPIU

syarat menjadi anggota amphuri dan himpuh serta sahabat sapuhi

Memahami syarat menjadi anggota amphuri dan himpuh maupun organisasi resmi lainnya sangat membantu direksi perusahaan dalam menyiapkan berkas legalitas sejak dini. Setiap asosiasi umroh indonesia membagi mekanisme penerimaan anggota ke dalam dua jalur utama sesuai status perizinan perusahaan Anda.

1. Prosedur dan Syarat Anggota Penuh (Khusus Pemegang SK PPIU & PIHK)

Jalur keanggotaan penuh diperuntukkan bagi perseroan terbatas yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) izin operasional resmi dari kementerian. Sebelum mengajukan pendaftaran ke sekretariat DPP atau DPD, perusahaan wajib melewati hingga tujuh tahapan seleksi ketat yang mencakup persyaratan berikut:

  1. Kelengkapan Akta Badan Hukum dan Perizinan: Melampirkan surat permohonan resmi di atas kop surat perusahaan, salinan Akta Notaris Pendirian PT beserta SK pengesahan Kemenkumham, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP perusahaan dan direksi, serta SK izin operasional PPIU atau PIHK yang masih aktif.
  2. Kepemilikan Saham dan Pakta Integritas: Seluruh pemegang saham dan jajaran direksi wajib berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yang beragama Islam serta menandatangani Pakta Integritas kepatuhan kode etik organisasi.
  3. Surat Rekomendasi Anggota Senior: Pemohon diwajibkan melampirkan surat rekomendasi tertulis dari anggota aktif, yang umumnya disyaratkan minimal berasal dari satu PPIU dan satu PIHK anggota asosiasi terkait.
  4. Verifikasi Hukum, Survei Faktual, dan Wawancara Direksi: Tim bidang hukum asosiasi akan memvalidasi keaslian dokumen, melakukan kunjungan survei faktual guna memeriksa kelayakan kantor fisik operasional, serta menggelar sesi wawancara langsung bersama jajaran direksi perusahaan.

2. Rekomendasi Asosiasi untuk Izin PPIU Melalui Skema Sahabat (Khusus BPW)

Bagi perusahaan Biro Perjalanan Wisata (BPW) pemegang KBLI 79121 yang belum genap beroperasi satu tahun atau sedang menyiapkan syarat pengajuan izin baru, asosiasi menyediakan jalur inkubasi pra-PPIU. Anda dapat memanfaatkan program Anggota Sahabat SAPUHI atau Sahabat HIMPUH (Registrasi BPW) untuk memperoleh pembinaan dan rekomendasi asosiasi untuk izin ppiu melalui ketentuan berikut:

  • Penyerahan Legalitas Dasar BPW: Mengunggah dokumen Akta Pendirian PT bidang biro perjalanan wisata, NIB KBLI 79121, identitas direksi, serta bukti penguasaan kantor operasional yang representatif.
  • Penandatanganan Surat Pernyataan dan Dana Jaminan: Pendaftar kategori BPW wajib menandatangani Surat Pernyataan Sahabat Asosiasi serta menyetorkan dana jaminan keanggotaan yang ditetapkan oleh organisasi.
  • Pendampingan Pemberkasan Menuju SK Resmi: Selama berstatus anggota Sahabat, perusahaan akan dibimbing secara teknis dalam melengkapi prosedur perizinan PPIU resmi hingga siap mengikuti proses akreditasi dan verifikasi lapangan dari kementerian.

Biaya Pendaftaran Anggota Asosiasi Travel Umroh dan Iuran Tahunan

biaya pendaftaran anggota asosiasi travel umroh dan iuran tahunan

Transparansi mengenai biaya pendaftaran anggota asosiasi travel umroh sangat dibutuhkan oleh divisi keuangan biro perjalanan saat menyusun anggaran legalitas tahunan. Besaran uang pangkal, iuran tahunan, serta dana jaminan ditetapkan melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) masing-masing organisasi dan dibedakan berdasarkan kategori keanggotaan.

Selain komponen iuran organisasi, anggota yang telah aktif beroperasi juga perlu memperhitungkan tarif administrasi konsorsium dokumen serta kewajiban pelaporan manifes keberangkatan pada sistem pengawasan Siskopatuh. Tabel di bawah ini merangkum komparasi biaya keanggotaan asosiasi beserta estimasi komponen administrasi operasional di pasar saat ini:

Kategori Layanan / Organisasi Komponen Tarif / Jenis Keanggotaan Estimasi Tarif Rata-Rata Pasar Saat Ini Keterangan & Syarat Administrasi Utama
Keanggotaan HIMPUH Anggota Penuh (PPIU / PIHK) Uang Pangkal: Rp5.000.000
Iuran Tahunan: Rp2.500.000
Wajib melampirkan SK PPIU/PIHK aktif, Akta PT, Pakta Integritas, dan surat rekomendasi anggota.
Keanggotaan HIMPUH (Pra-PPIU) Sahabat HIMPUH (Kategori BPW) Biaya Jaminan: Rp7.500.000 Khusus Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang sedang menuju pengajuan izin PPIU; wajib melampirkan Surat Pernyataan Sahabat HIMPUH.
Keanggotaan SAPUHI Anggota SAPUHI (PPIU / PIHK) Uang Pangkal: Rp5.000.000
Iuran Tahunan: Rp2.500.000
Wajib menyertakan rekomendasi tertulis dari 1 PPIU dan 1 PIHK anggota SAPUHI serta menandatangani Pakta Integritas.
Keanggotaan SAPUHI (Pra-PPIU) Anggota Sahabat SAPUHI Uang Pangkal: Rp5.000.000
Iuran Tahunan: Rp2.500.000
Biaya Jaminan: Rp7.500.000
Diperuntukkan bagi perusahaan BPW yang sedang atau akan mengajukan permohonan izin operasional PPIU maupun PIHK.
Keanggotaan AMPUH Anggota Resmi PPIU / PIHK Biaya Pendaftaran: Rp2.500.000
Iuran Anggota: Rp1.000.000 / tahun
Registrasi dilakukan secara daring melalui portal pendaftaran provinsi DPD AMPUH dengan transfer ke rekening resmi organisasi.
Keanggotaan AMPHURI Anggota PPIU / PIHK Sesuai ketetapan Mukernas / DPP (Estimasi Rp2.000.000 – Rp5.000.000) Melewati 7 tahapan seleksi ketat yang mencakup verifikasi Bidang Hukum, survei faktual kantor, dan wawancara direksi.
Layanan Konsorsium Dokumen Penerbitan E-Visa Umrah + Asuransi Dasar Rp2.500.000 – Rp2.800.000 / jemaah Mencakup pengurusan visa elektronik masuk Kerajaan Arab Saudi dan premi asuransi perlindungan dasar melalui provider resmi.
Layanan Registrasi Sistem Negara Injeksi Data Manifes (NPU) & Cetak Kartu PVC QR Rp225.000 – Rp450.000 / jemaah Meliputi input data manifes ke server pemantauan (Rp150.000–Rp300.000) dan cetak ID Card PVC ber-QR Code beserta tali gantungan (Rp75.000–Rp150.000).
Acuan Regulasi Kemenhaj Batas Biaya Minimal Referensi Paket Umrah Rp27.000.000 / jemaah Acuan harga batas bawah pemerintah guna mencegah perang tarif tidak sehat dan menjamin Standar Pelayanan Minimal (SPM).

*Catatan: Nominal uang pangkal, iuran tahunan organisasi, serta estimasi tarif pengurusan dokumen konsorsium di atas merupakan kisaran rata-rata pasar saat ini dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Musyawarah Kerja Nasional masing-masing asosiasi maupun regulasi kementerian; untuk informasi terbaru dan konsultasi kemitraan silakan chat admin.

Panduan Verifikasi Keanggotaan Biro Travel di Portal Asosiasi

panduan verifikasi anggota asosiasi umroh indonesia di direktori resmi

Bagi calon mitra keagenan daerah, pengurus yayasan, maupun koordinator rombongan yang hendak menyetorkan dana jamaah, memvalidasi status keanggotaan biro perjalanan di dalam asosiasi merupakan langkah mitigasi risiko yang wajib dilakukan. Anda dapat memeriksa keabsahan nomor anggota sebuah perusahaan melalui tiga tahapan verifikasi berikut:

  • Pencarian pada Direktori Digital Asosiasi: Akses laman pangkalan data anggota resmi seperti direktori daftar anggota resmi HIMPUH, portal AMPHURI, atau situs web SAPUHI, lalu masukkan nama Perseroan Terbatas (PT), merek dagang, jenis penyelenggara (PPIU/PIHK/BPW), serta filter provinsi domisili kantor pusat.
  • Pemeriksaan Kesesuaian Nama Badan Hukum dan Merek Dagang: Pastikan nama PT yang tercantum pada nomor registrasi anggota asosiasi sama persis dengan nama badan hukum pemilik rekening bank penampungan dana ibadah guna menghindari skema penipuan pencatutan merek.
  • Pencocokan Silang Status Aktif SK Kementerian: Setelah nama biro perjalanan terkonfirmasi sebagai anggota asosiasi, lanjutkan validasi akhir dengan mengikuti panduan cara cek travel umroh resmi untuk memastikan status SK izin operasionalnya tertulis aktif dan tidak sedang dalam pembinaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Asosiasi Travel Umroh (FAQ)

layanan informasi tanya jawab seputar organisasi ppiu dan pihk

Kami telah merangkum berbagai pertanyaan krusial yang paling sering diajukan oleh jajaran direksi biro perjalanan wisata, pengelola PPIU, serta calon mitra daerah terkait mekanisme keanggotaan dan regulasi organisasi penyelenggara umrah-haji di Indonesia:

Apa saja asosiasi travel umroh dan haji resmi yang diakui pemerintah di Indonesia?

Di Indonesia terdapat 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah aktif yang tergabung dalam koalisi Tim 13 Asosiasi dan menaungi 3.421 perusahaan PPIU serta PIHK. Ketiga belas organisasi tersebut meliputi AMPHURI, HIMPUH, SAPUHI, KESTHURI, AMPUH, ASHURI, ASPHIRASI, ASPHURI, ASPHURINDO, ATTMI, BERSATHU, GAPHURA, dan MUTIARA HAJI.

Apa perbedaan HIMPUH, AMPHURI, dan SAPUHI bagi pengelola biro perjalanan?

Perbedaan HIMPUH, AMPHURI, dan SAPUHI terletak pada histori pendirian, mekanisme seleksi, serta inovasi unit pendukungnya. HIMPUH unggul pada direktori digital lintas provinsi dan advokasi SPM, AMPHURI menerapkan 7 tahapan verifikasi faktual yang ketat dengan jaringan DPD kuat, sedangkan SAPUHI memiliki unit usaha Koperasi Sapuhi Mekar Sukses serta program inkubasi Anggota Sahabat SAPUHI.

Apakah Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang belum memiliki izin PPIU bisa mendaftar menjadi anggota asosiasi umroh?

Perusahaan Biro Perjalanan Wisata (BPW) pemegang KBLI 79121 yang belum memiliki SK PPIU tetap dapat bergabung melalui jalur khusus pra-PPIU, seperti program Anggota Sahabat SAPUHI atau Sahabat HIMPUH (Registrasi BPW). Melalui program ini, biro rintisan memperoleh pembinaan regulasi dan pendampingan pengurusan izin setelah menyerahkan legalitas PT, menandatangani pakta integritas, serta menyetorkan dana jaminan Rp7.500.000.

Berapa biaya pendaftaran, uang pangkal, dan iuran tahunan masuk asosiasi travel umroh?

Sebagai acuan pasar saat ini, HIMPUH dan SAPUHI menetapkan uang pangkal Rp5.000.000 dan iuran tahunan Rp2.500.000 bagi anggota penuh PPIU/PIHK, ditambah biaya jaminan Rp7.500.000 khusus kategori BPW pra-PPIU. Sementara itu, asosiasi AMPUH menerapkan biaya pendaftaran sebesar Rp2.500.000 dan iuran tahunan sebesar Rp1.000.000 per tahun.

Bagaimana peran asosiasi travel umroh setelah kewenangan perizinan beralih ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)?

Sejak terbitnya Perpres Nomor 92 Tahun 2025 pada 8 September 2025 yang membentuk Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sekaligus mencabut Perpres Nomor 154 Tahun 2024 tentang BP Haji, asosiasi berperan sebagai jembatan advokasi strategis. Peran tersebut mencakup pengawalan revisi RUU PIHU, sosialisasi PMHU Nomor 2 Tahun 2026, serta pengawasan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terkait biaya minimal referensi umrah Rp27 juta.

Bagaimana cara mengecek apakah sebuah biro travel umroh benar-benar terdaftar di asosiasi resmi?

Anda dapat mengakses fitur direktori anggota daring pada situs resmi masing-masing asosiasi seperti HIMPUH, AMPHURI, atau SAPUHI menggunakan filter nama PT, merek dagang, dan provinsi domisili. Setelah nama perusahaan ditemukan dalam pangkalan data asosiasi, cocukkan kembali nomor SK izin operasionalnya melalui kanal informasi resmi milik Kementerian Haji dan Umrah.

Standarisasi Perlengkapan Jemaah bagi PPIU Anggota Asosiasi Bersama Umrohkit

perlengkapan jemaah standar ppiu anggota asosiasi produksi umrohkit

Menyandang status sebagai anggota resmi di dalam asosiasi penyelenggara haji dan umrah menuntut perusahaan Anda menjaga reputasi akreditasi serta Standar Pelayanan Minimal (SPM) di hadapan jemaah. Kredibilitas legalitas yang telah dibangun dengan susah payah dapat tercoreng apabila kloter keberangkatan Anda mengalami insiden koper bagasi pecah di bandara, keterlambatan distribusi seragam batik, atau kain ihram yang tipis dan panas.

Untuk mendukung kepatuhan standar mutu layanan biro perjalanan di seluruh Indonesia, Umrohkit hadir sebagai pabrik manufaktur dan vendor perlengkapan umroh terbaik dengan sistem produksi satu atap. Berikut adalah estimasi biaya produksi grosir atribut fisik standar PPIU resmi yang diproduksi langsung di fasilitas pabrik kami:

Jenis Produk & Atribut Fisik PPIU Spesifikasi Material Standar Akreditasi Travel Estimasi Harga Produksi Grosir Fungsi Branding & Perlindungan Jemaah
Koper Bagasi & Kabin Custom Logo Bahan Fiber ABS / Polycarbonate (PC) Anti-Pecah, Roda 360 Derajat, Plat/Emboss Logo Travel Rp265.000 – Rp550.000 / unit (Set 24″ / 20″ sesuai kuantitas MOQ) Melindungi bagasi jemaah dari benturan kargo maskapai sekaligus menjadi identitas visual kloter di bandara internasional.
Seragam Batik Umroh Custom Kain Katun Toyobo / Primisima / Printing Sublimasi Motif Khusus Biro & Nasional Rp65.000 – Rp145.000 / potong (Kain meteran atau baju siap pakai) Mencegah jemaah tersesat di kepadatan Masjidil Haram dan meningkatkan citra profesionalisme PPIU anggota asosiasi.
Kain Ihram Tenun Tanpa Jahitan 100% Serat Kapas Katun Tebal Berdaya Serap Tinggi (Standar Syariat Pria & Anak) Rp95.000 – Rp165.000 / set Menjamin kenyamanan dan kepatuhan rukun ihram jemaah pria di tengah cuaca terik Tanah Suci.
Mukena & Hijab Printing Seragam Bahan Rayon Premium / Parasut Korea / Voal Lasercut dengan Cetak Nama Travel Rp55.000 – Rp135.000 / pcs Memudahkan koordinasi rombongan jemaah wanita saat pelaksanaan tawaf, sa’i, dan ziarah kota.
Paket Bundling Tas & Merchandise Tas Paspor Selempang, Tas Sandal Serut, Syal Rajut, Buku Doa, dan Botol Spray Wudhu Rp75.000 – Rp160.000 / paket bundling Menyediakan kelengkapan atribut keberangkatan satu pintu dalam satu tagihan pabrik yang efisien bagi divisi pengadaan travel.

*Catatan: Rincian harga produksi atribut konveksi dan manufaktur koper di atas merupakan estimasi rata-rata pesanan partai grosir saat ini yang menyesuaikan dengan volume pemesanan (MOQ), fluktuasi harga bahan baku tekstil, serta tingkat kerumitan kustomisasi logo; guna memperoleh daftar harga pabrik terbaru dan penawaran sampel produk silakan hubungi admin via chat.

Pastikan kredibilitas keanggotaan asosiasi biro perjalanan Anda diimbangi dengan kesiapan perlengkapan fisik terbaik bagi seluruh jemaah. Hubungi tim representatif Umrohkit sekarang juga untuk berkonsultasi mengenai kapasitas produksi rutin, pengiriman sampel material ke kantor Anda, serta penawaran kontrak pengadaan grosir dengan jaminan ketepatan jadwal kloter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *