Bayangkan saat jamaah sudah tiba di bandara. Rombongan mulai ramai, koper berjejer, keluarga mengantar, dan beberapa travel berkumpul di waktu yang sama. Sekilas semuanya terlihat biasa. Tapi ketika jamaah mulai berpencar, petugas harus memastikan satu per satu siapa yang masuk ke rombongan mereka. Ada yang salah mengikuti kelompok, ada yang harus bertanya kembali, bahkan ada jamaah yang kesulitan menemukan pendamping travelnya.
Padahal perjalanan baru saja dimulai. Di momen seperti inilah identitas kecil yang dikenakan jamaah ternyata punya peran besar.
Bukan hanya soal nama travel yang terlihat, tapi juga soal bagaimana sebuah rombongan tampak lebih rapi, terorganisir, dan mudah dikenali sejak keberangkatan hingga perjalanan ibadah berlangsung.